God of War 4 Bawa Kratos ke Valhalla?


Untuk sebuah franchise yang sukses dari sisi kualitas dan penjualan, bukan sesuatu yang aneh bagi Sony untuk berusaha melanjutkan God of War sebagai sebuah franchise. Masalahnya hanya ada di sisi cerita. Pilihan Sony Santa Monica, sang developer untuk mengakhiri kisah Kratos di seri ketiga dengan kesimpulan yang sulit untuk dieksplorasi lebih lanjut seolah menutup kesempatan untuk sebuah seri sekuel baru di masa depan. Keputusan yang membuat mereka lebih memilih untuk mengeksplorasi masa lalu Kratos via seri terpisah bernama Ascension. Namun apakah ini berarti tak akan ada lagi God of War 4 di masa depan? Informasi terbaru yang bocor justru memberikan sedikit rasa optimisme. Kratos disebut-sebut akan berpindah mitologi!

Lewat informasi yang bocor via situs Nerdleaks dan “dikonfirmasi” oleh Shinobi – salah satu user NeoGaf yang punya kredibilitas baik soal informasi di dalam industri game itu sendiri, God of War 4 kabarnya akan mengeksplorasi mitologi Nordic! Mitologi para Viking yang memuat Valhalla, Odin, Thor, Freya, Valkyrie, hingga Loki ini disebut-sebut akan jadi “taman bermain” Kratos. Menariknya lagi? Ada beberapa artwork yang mengemuka terkait konsep baru yang satu ini.







Kratos terlihat di sana, namun kini dengan tampilan yang berbeda. Ia terlihat memiliki janggut yang tebal, lengkap dengan senjata yang terlihat seperti kapak. Kapak ini bisa digunakan tak hanya utuk menyerang, tetapi juga memotong lingkungan yang ada dan menciptakan jalan atau jembatan Anda sendiri. God of War 4 kabarnya akan memuat perjalanan Kratos mengunjungi Aflheim – satu dari 9 dunia mitologi Nordic – dan bertemu dengan para Light Elves. Karakter brutal dengan kepala plontos ini juga kabarnya akan ditahan di penjara di sana, walaupun tak jelas apakah berhubungan dengan apa yang ia lakukan d seri sebelumnya atau tidak. Sebuah trailer sinematik dengan Gorgon & Hydra juga tengah dipersiapkan Sony untuk memperkenalkan seri teranyar ini.

Maka seperti yang bisa diprediksi, Sony dan Sony Santa Monica sendiri masih belum angkat bicara soal rumor God of War 4 yang satu ini. Kratos dan mitologi Nordic? YES PLEASE!

Source : JagatPlay

0 comments:

Review Outlast 2: Tidak Lebih Baik!


Hampir sebagian besar gamer sepertinya sudah mengenal nama Outlast, terlepas apakah mereka punya keberanian untuk mencicipinya atau tidak. Mengambil formula game action yang tak memungkinkan sang karakter utama untuk melawan dan hanya bisa “hidup” dengan berlari dan bersembunyi, game racikan Red Barrels ini berakhir fantastis karena kemampuannya menawarkan atmosfer yang terasa begitu tepat. Satu yang menarik? Ia juga ditutup dengan cerita sci-fi yang cukup solid untuk sebuah game yang menjadikan horror sebagai daya tarik utama. Kini, mereka kembali dengan seri kedua yang mereka janjikan akan hadir dengan pendekatan yang jauh lebih menyeramkan.

Anda yang sempat membaca artikel preview  kami sebelumnya sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh Outlast 2 ini. Terlepas dari fakta ia masih menggunakan Unreal Engine 3 yang terhitung “lawas” sebagai basis, Red Barrels berhasil memodifikasinya dengan begitu optimal. Outlast 2 hadir dengan kualitas visualisasi yang jauh lebih mumpuni, bahkan mencapai kualitas foto-realistis di beberapa titik. Sementara dari sisi gameplay, Anda kini dihadapkan pada dunia yang lebih terbuka dan luas, dengan tema utama yang juga berbeda.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Outlast 2 ini? Mengapa kami justru menyebut seri terbaru ini tak lebih baik? Review ini akan membahas lebih dalam untuk Anda.

Plot

Usaha Anda dan istri Anda – Lynn untuk mencari kebenaran di balik kematian Jane Doe berakhir mimpi buruk.

Untuk kedua kalinya, Anda akan berperan sebagai seorang jurnalis di franchise Outlast. Di Outlast 2 ini, bersama dengan istri Anda yang setia – Lynn, Anda akan berperan sebagai Blake Langermann. Tugas untuk melakukan proses investigasi menyeluruh terhadap tewasnya seorang wanita hamil secara misterius bernama Jane Doe membawa Anda masuk ke dalam teritori Arizona yang misterius. Namun untuk alasan yang misterius, helikopter yang Anda tumpangi bersama Lynn tiba-tiba mengalami masalah teknis dan terjatuh.

Terbangun dari kondisi tak sadarkan diri selama beberapa waktu, Anda menemukan helikopter yang sempat Anda tumpangi kini berubah menjadi kobaran api raksasa di permukaan tanah. Usaha untuk mencari istri Anda – Lynn di antara reruntuhan tersebut justru menghadapkan Anda pada mimpi yang bahkan lebih buruk.  Si pilot yang sebelumnya hidup, kini terikat di atas tiang kayu dengan kulit tubuh yang sudah menghilang darinya. Pelan tapi pasti, Anda mulai mengerti bahwa Anda kini berhadapan dengan situasi yang tak pernah Anda  bayangkan sebelumnya. Bahwa kisah untuk mencari Jane Doe ini mulai berubah menjadi kisah untuk bertahan hidup.

Helikopter Anda tiba-tiba mengalami masalah teknis dan jatuh, meninggalkan bola api di antah berantah.

Alih-alih istri Anda, Anda justru menemukan tubuh sang pilot helikopter kini sudah terikat dan terkuliti dengan “bersih” di dekatnya.
Blake terjebak di dalam konflik di antara dua kelompok yang sama gilanya. Di satu sisi, ada sekte sesat pimpinan Sullivan Knoth yang meyakini bahwa anti-Christ (Iblis) akan lahir dari rahim salah satu wanita di sekitar daerah tersebut, dan menjadi misinya lah, untuk memastikan setiap bayi yang lahir dari mereka tewas. Sementara dari sisi lain, tak sedikit yang mulai menyadari “kesalahan” Knoth tersebut dan mulai membangkang, menyebut diri mereka sebagai “The Heretics”. Dipimpin oleh Val, mereka justru ingin Anti-Christ ini hadir dan membawa akhir dunia. Sebuah konsep yang gila memang, namun apa yang ia lihat secara langsung membuat Blake harus percaya, bahwa ia memang tengah terjebak di neraka dunia.

Usaha Anda untuk mencari dan menyelamatkan Lynn berusaha jadi usaha untuk bertahan hidup di tengah “neraka” dunia.
Dua buah kelompok yang sama gila dan “sakitnya” berjuang untuk menyambut akhir dunia.
Sementara berusaha selamat dari sana, Blake juga tiba-tiba sering berhadapan dengan halusinasi dari masa lalunya ketika ia masih berada di tingkat sekolah awal.
Sementara di sisi lain, Blake juga berhadapan dengan sebuah halusinasi dari masa lalu yang terus muncul begitu ia berhadapan dengan saat-saat genting. Haluninasi ini membawanya ketika ia masih mudah dan mengenyam sekolah awal. Lorong sekolah sepi dengan kelas penuh bangku kosong jadi tema utama. Di dalamnya, Blake selalu bertemu dengan seorang anak perempuan yang sempat menjadi temannya dan Lynn – Jessica. Sebuah nama yang sudah lama ia dengar ataupun ingat sama sekali. Sama seperti yang harus ia rasakan di dunia nyata, horror juga menjadi bagian tak terpisahkan dari halusinasinya ini.

Mampukah Blake menyelamatkan Lynn? Tantangan seperti apa pula yang harus ia hadapi?
Lantas, mampukah Blake menyelamatkan Lynn dan selamat dari mimpi buruk ini? Bagaimana pula cerita seri kedua ini berkaitan dengan seri pertamanya? Siapa pula Jessica? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan memainkan Outlast 2 ini.

0 comments:

Akhirnya, NieR: Automata PC untuk Indonesia Tersedia!


Membingungkan sepertinya adalah kata yang tepat untuk menjelaskan kebijakan yang ditempuh Square Enix dan Platinun Games untuk rilis versi Steam dari game action RPG populernya – NieR: Automata untuk pasar Asia. Terlepas dari ketersediaan versi PC-nya sejak beberapa waktu yang lalu untuk region Jepang, Amerika, dan Eropa, mereka memutuskan untuk “mengunci” game yang sama dari pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Gamer yang tertarik untuk mencicipi aksi 2B, 9S, dan A2 ini harus terus menggigit jari, apalagi berhadapan dengan janji rilis April yang tak kunjung datang. Namun setidaknya, penantian tersebut akhirnya berakhir.

Dengan tinggal beerapa hari saja hingga rampungnya bulan April di tahun 2017 ini, Square Enix akhirnya memenuhi janji mereka. Gamer-gamer yang tinggal di Asia Tenggara akhirnya bisa membeli NieR: Automata versi original langsung dari Steam ketika berita ini ditulis. Namun bukannya berita baik atau perayaan yang muncul, rilis untuk region SEA ini justru memancing kritik pedas. Apa pasal? Karena Square Enix memutuskan untuk tidak hanya memosisikannya sebagai game AAA dengan harga tinggi terlepas dari rilis yang terlambat, tetapi bahkan membuatnya lebih mahal dari harga awal yang sempat beredar.

NieR: Automata versi PC untuk region Asia akhirnya tersedia, termasuk untuk pasar Indonesia.
Anda yang memang sudah lama mengantisipasi game racikan Yoko Taro ini kini bisa mencicipinya dengan harga sekitar 800 ribu Rupiah via tautan berikut ini. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang tertarik untuk membelinya?

Source : JagatPlay

0 comments:

‘Koe no Katachi’ Berhasil Meraup 1,6 Milyar Yen di Minggu Keempatnya


Film “Koe no Katachi” baru saja mengumumkan kalau mereka sudah berhasil mendapatkan hasil penjualan sebesar 1,63 milyar Yen atau sekitar 1,9 milyar Rupiah. Adaptasi manga dari Yoshitoki Ouima tersebut juga berhasil menjual 1,25 juta tiket dan saat ini berada di posisi keempat dalam box office Jepang.

Mulai tanggal 15 Oktober mendatang, beberapa bioskop akan memberikan kartu pos besar dengan ilustrasi buatan desainer karakter, Futoshi Nishiya. Penonton dapat mendapatkan kartu pos tersebut selama persediaan masih ada. Ilustrasi orisinal Nishiya juga diperlihatkan pada penayangan awal film ini tanggal 24 Agustus lalu.

Periode 15-21 OktoberKartu pos ukuran B5 bergambar Shouya dan Nishimiya saat SD


Periode 22-28 Oktober
Kartu pos ukuran B5 bergambar Shouya di SMA

Periode 29-4 November
Kartu pos ukuran B5 bergambar Nishimiya di SMA

Sebelumnya, film Koe no Katachi juga sudah meraup angka 283 juta Yen dalam 2 hari perdana penayangannya. Sayangnya angka ini belum bisa mengalahkan penjualan film layar lebar K-On!


Film ini akan menampilkan Miyu Irino sebagai Shouya Ishida dan Saori Hayami sebagai Nishimiya Shouko, gadis tuna rungu yang di-bully oleh Shouya di masa kecil. Di masa mendatang, keduanya bertemu kembali, dan bibit-bibit cinta sepertinya tidak ayal lagi tumbuh di antara keduanya.

Berikut ini adalah daftar para staf yang mengerjakan film layar lebar tersebut:

Sutradara : Naoko Yamada
Penulis Naskah : Reiko Yoshida
Desain Karakter : Futoshi Nishiya
Distribusi : Shochiku
Sutradara Seni : Mutsuo Shinohara
Key Color : Naomi Ishida
Setting : Seiichi Akitake
Sutradara Fotografi : Kazuya Takao
Sutradara Suara : Yota Tsuruoka
Musik : Kensuke Ushio
Produksi Musik : Pony Canyon

Source : JurnalOtaku

0 comments:

Review Battlefield 1: Memenuhi Hype!




Dunia pertama. Sebuah konsep yang tak hanya berhasil mereka tampilkan dengan begitu luar biasa via trailer perdana dengan alunan remix Seven Nation Army dari White Stripes, tetapi juga dieksekusi dengan manis di versi akhir. Bahwa ini adalah jawaban jelas untuk permintaan gamer yang sudah lama menginginkan kembalinya tema perang klasik. Jawaban yang cukup untuk membuat bulu kuduk Anda merinding.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya, tentu sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh Battlefield 1, setidaknya dari mode single player yang kini ditawarkan dalam format yang jauh berbeda. Untuk versi Playstation 4 yang notabene tak bisa dibilang sebagai platform gaming terkuat di pasaran saja, kemampuan Frostbite Engine yang memamerkan kualitas visual dengan detail mumpuni dan efek kehancuran yang dramatis terlihat memesona. Pendekatan mode campaign Battlefield 1 memang membuat seri ini terasa unik dan lebih personal, sesuatu yang tak pernah mereka tempuh sebelumnya. Sayangnya di artikel preview kemarin, kami tak menyentuh mode multiplayer sama sekali.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Battlefield 1 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang memenuhi hype? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda dengan ekstra rangkaian screenshot dari mode multiplayer yang belum kami sertakan di artikel preview sebelumnya di bagian terakhir. Ini dia review dari JagatPlay:

Plot
Tak seperti game FPS pada umumnya, Battlefield 1 mengambil perspektif 5 karakter dari 5 belahan dunia.

Ada begitu banyak game FPS bertebaran selama eksistensi platform gaming modern, satu atau dua generasi sebelumnya. Terlepas dari semua latar belakang cerita yang diusung, hampir semua franchise yang mengusung tema perang modern atau klasik selalu memosisikan Anda sebagai satu karakter utama atau lebih, yang terlibat dalam satu konflik besar dan memainkan peran super signifikan di dalamnya. Anda bisa saja jadi seorang prajurit yang membantu mencegah perang dingin antara Cina dan Amerika Serikat, menggagalkan rencana perang nuklir dari sekelompok teroris, bahkan membantu negara Anda memenangkan perang dengan satu atau dua aksi. Ada kecenderungan klise di sana, sesuatu yang untungnya, tak ditawarkan oleh Battlefield 1.



Masing-masing cerita mengusung satu tema khusus tersendiri, yang juga mempengaruhi gameplay.


Dari luasnya angkasa hingga keringnya padang gurun.

Alih-alih mengikuti hanya satu atau dua karakter saja, Battlefield 1 langsung membawa Anda pada kisah 5 orang karakter, dari 5 belahan dunia berbeda, dengan 5 fokus cerita yang semuanya dihubungkan oleh satu benang merah yang sama – Perang Dunia Pertama. Satu cerita meminta Anda berperan sebagai seorang supir pribadi yang kini harus mengendalikan tank besar bernama “Big Bess” di atas kondisi perang yang sulit, satu cerita meminta Anda mengendalikan pesawat dan menjadikannya sebagai fokus cerita, sementara yang lain membawa Anda pada perjuangan seorang prajurit wanita melawan kekuasan Ottoman di keringnya padang gurun.

Satu hal yang menarik dari setiap dari cerita ini adalah usaha DICE dan EA untuk menjadikannya sebagai sebuah pengalaman yang terasa lebih personal, alih-alih, tipikal game perang yang selama ini Anda kenal. Mereka dengan jelas membuktikan klaim mereka bahwa fokus campaign kali ini bukanlah untuk memperlihatkan Anda seberapa besar skala perang yang terjadi, tetapi menyelami bagaimana orang-orang yang mau ataupun tidak mau terlibat harus melewati jejak destruktif yang ia racik.

Apa yang terjadi dengan masing-masing karakter ini? Anda bisa memainkan game ini dan menemukan sendiri jawabannya.

Lantas, bagaimana akhir cerita untuk setiap plot yang ditawarkan oleh Battlefield 1? Mengapa Anda akan merasakan cita rasa yang lebih pribadi dan emosional di setiap darinya? Anda bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan memainkan Battlefield 1 ini.


source :JagatPlay

0 comments:

Lomba Overclock yang di sebut Hacker KPUD

Pernyataan Resmi Mengenai AOCT (Amateur Overclocking Tournament)




Sehubungan dengan adanya pemberitaan di lini masa (media sosial) Facebook yang berkenaan dengan salah satu acara yang kami selenggarakan, kami merasa perlu melakukan pernyataan resmi.

AOCT adalah pertandingan overclock (bukan hacking) yang sudah berulang kali kami (JagatReview) selenggarakan untuk menemukan bibit-bibit overclocker yang bisa mengharumkan nama bangsa ini. AOCT adalah singkatan dari Amateur OverClocking Tournament.
AOCT sudah berulang kali kami selenggarakan, seperti bisa dilihat dalam tautan-tautan artikel terdahulu di bawah ini:

Ini adalah video penyelenggaraan AOCT, bisa dilihat bahwa tidak ada hacking dalam lomba overclocking ini:


Dan ini adalah video liputan AOCT yang dibuat media luar negeri saat mengunjungi acara kami ini di tahun 2014:


Sebagai tambahan, saat tulisan ini dibuat, AOCT terakhir kali dilakukan pada tahun 2016 di Yogyakarta.

Adapun menanggapi pernyataan yang disinyalir diungkapkan oleh akun Facebook di bawah ini:




Terlepas dari tujuan posting dan keabsahan akun tersebut, sebagai akibat dari posting tersebut kami selaku penyelenggara pertandingan AOCT merasa perlu memaparkan penjelasan sebagai berikut:
1. Foto tersebut benar diambil dari salah satu pertandingan AOCT kami dan kaos yang digunakan adalah kaos dengan desain yang wajib digunakan saat pertandingan. Tapi AOCT yang tertulis dalam kaos itu adalah Amateur OverClocking Tournament, bukan seperti yang ditulis dalam posting di atas.
2. Melihat dari atribut lomba dan kondisi sekitar, ini adalah AOCT tahun 2014 di Yogyakarta. Jadi, bukan tahun 2017.
3. Sekali lagi mengingatkan bahwa pertandingan yang dilakukan adalah overclocking, bukan hacking. Semua komputer yang digunakan untuk bertanding, tidak terhubung ke Internet atau jaringan lokal sama sekali.
4. Agak aneh rasanya jika ini adalah proses hacking, terutama karena dilakukan di muka umum, dan dengan seorang MC (sisi kanan, berbaju biru).
5. Pertandingan AOCT kami belum pernah disponsori atau didukung sedikit pun oleh elemen negara atau partai politik manapun.
6. JagatReview dalam acara yang diselenggarakan maupun kesehariannya belum pernah disponsori, didukung, berafiliasi, ataupun menyatakan dukungan terhadap partai politik atau paslon manapun dalam PILKADA DKI 2017.
7. Akan ada ratusan saksi dari pentonton dan peserta yang bisa membuktikan bahwa AOCT dalam konteks yang dinyatakan posting tersebut di atas adalah Amateur OverClocking Tournament.
Jadi, isi posting tersebut terkait fungsi dan arti AOCT seperti yang ditampilkan screenshot di atas, adalah TIDAK BENAR. Sekali lagi kami mengecam tuduhan dan fitnah yang ditujukan kepada acara AOCT yang kami selenggarakan, karena hal ini telah melanggar UU ITE Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
Kami sangat berharap tidak terjadi salah paham mengenai acara AOCT ini dan para pesertanya.
Dengan pernyataan ini kami berharap, para netizen semua yang terkait dapat melihat dan mencerna fakta-fakta yang ada, dan tidak terjebak oleh fitnah yang tersebar tersebut, terkait dengan acara AOCT kami.
Tidak ada niat kami untuk memojokkan, menyudutkan, atau mendukung pihak-pihak tertentu dengan tulisan ini. Kami hanya berniat untuk meluruskan dan menjelaskan apa itu arti AOCT yang ada di dalam foto dalam posting tersebut, karena kami nilai sudah merugikan nama baik kami.
Catatan:
Untuk pemahaman mengenai overclocking dan pertandingan overclocking itu sendiri, 2 artikel ini mungkin bisa membantu:
Praktek Overclocking Dasar
Mengenal Pertandingan Overclocking

Source : JagatReview


0 comments:

Copyright © 2013 2B
Animated Rainbow Nyan Cat